- Q. S. Al Baqarah; 148
A. Q.S. Al-Baqarah, 2 : 148 tentang kompetisi dalam kebaikan
1. Bacaan dan Penjelasan Tajwid
Bacalah ayat berikut
dengan tartil dan fasih. Kemudian salin kembali dengan benar dan baik
Bacalah ayat berikut dengan tartil dan fasih. Kemudian salin kembali dengan benar dan baik
2. Terjemahan Per-kata
3. Terjemahan ayat
Terjemahan Q.S. Al Baqarah, 2 : 148 adalah :
Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Dimana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
4. Kandungan ayat
o Setiap umat mempunyai
kiblat / syariat atau aturan masing-masing. Bagi umat Islam kiblatnya adalah
Ka’bah sebagai pusat menghadap ketika salat.
o Kaum muslimin
hendaknya giat beribadah, beramal, bekerja, dan berlomba-lomba dalam
kebaikan.
o Pada hari Kiamat nanti Allah SWT akan mengumpulkan setiap umat manusia. Pada saat itu, manusia akan diadili dengan seadil-adilnya tentang perbuatan yang mereka lakukan ketika di dunia. Manusia akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah mereka kerjakan. Pada saat itu pula akan diketahui siapa di antara mereka yang paling benar dan paling baik amalnya.
4. PenjelasanQur’an Surat Al Baqarah terdiri dari 286 ayat diturunkan di Madinah yang sebagian besar diturunkan pada permulaan tahun Hijriyah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Haji Wada’ (haji Nabi Muhammad s.a.w. yang terakhir). Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk ayat Madaniyah, merupakan surat yang terpanjang diantara surat-surat Al qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang, yakni ayat 282. Surat ini dinamai surat “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil ( lihat : ayat 67 – 74 ), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya. Surat Al Baqarah dinamai pula surat Fusthaatul Qur’an artinya puncak Al Qur’an karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Pada
surat Al Baqarah 148 dijelaskan bahwa manusia di alam ini telah terjadi
golongan-golongan dimana mereka telah meyakini kebenaran aturan dan syare’atnya
masing-masing seperti : golongan Islam, Nasrani, Yahudi, Budha, Hindu dan umat
lainnya. Namun bagi umat Islam haruslah yakin bahwa syare’at Islam adalah
syare’at yang benar karena kebenaran syare’at Islam itu telah ditetapkan
kebenarannya oleh Allah dan dinyatakan agama yang paling benar pula sebagaimana
firman-Nya dalam Q.S. Ali Imran : 19 yang artinya :”Sesungguhnya agama (yang diridoi ) di sisi Allah hanyalah Islam”. Pada
ayat lain Q.S. Ali Imran ayat 85 juga dijelaskan yang artinya :”Barang siapa mencari agama selain agama Islam,
maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di
akherat termasuk orang-orang yang rugi”.
Kata
kiblat berarti arah yang dituju umat Islam dalam melaksanakan ibadah salat.
Namun kiblat bisa diartikan sebagai syari’at, agama, undang-undang atau
peraturan yang dijalani oleh manusia.
Ada
sejarah umat Islam yang dahulunya menghadap kiblat ke Baitul Maqdis di
Yerussalem ketika melaksanakan ibadah salat. Kemudian beralih ke Baitullah
Ka’bah di Makkah setelah mendapatkan perintah Allah yang tercantum dalam Q.S.
Al Baqarah ayat 144 yang artinya : “Sungguh
kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit (berdo’a dan menunggu-nunggu
turunnya wahyu), maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu
sukai. Palinglah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada,
palinglah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (yahudi dan Nasrani)
yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke
Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya. Dan Allah sekali-kali tidak
lengah dari apa yang mereka kerjakan”.
Umat Islam dan umat manusia pada umumnya diperintahkan untuk berlomba- lomba berbuat kebajikan yaitu melakukan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat untuk kesejahteraan umat manusia baik lahiriyah maupun bathiniah, seperti berlomba-lomba mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran hidup di dunia, bukan sebaliknya yang digunakan untuk menyengsarakan atau mengancam kelangsungan kehidupan manusia.
B. Q.S. Fatir, 35 :32 tentang adanya tiga kelompok umat Islam
1. Bacaan dan Penjelasan Tajwid
Penjelasan Tajwid
2. Terjemahan Per-kata
3. Terjemahan ayat
Terjemahan Q.S. Faatir, 35 : 32 adalah :
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri; ada yang pertengahan; dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan *) dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.
*) menzalimi diri
sendiri ialah orang yang lebih banyak
kesalahannya daripada kebaikannya, dan “ pertengahan “ ialah orang yang
kebaikannya berbanding sama dengan kesalahannya, sedang yang dimaksud dengan “
orang yang lebih dahulu dalam berbuat kebaikan” ialah orang-orang yang
kebaikannya sangat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan.
4. Kandungan
o Allah SWT mewariskan
Kitab suci Al Qur’an kepada hamba-hambanya yang terpilih yaitu umat Islam.
o Sikap umat Islam terbagi menjadi tiga golongan, yaitu 1). golongan yang
mengamalkan agamanya, tetapi juga masih lebih banyak berbuat kejahatan/buruk; 2)
golongan yang dalam pertengahan yaitu amal kebajikannya berbanding dengan amal keburukannya; 3)
golongan selalu berbuat kebajikan sehiangga dalam beramal selalu mendahulukan
kebajikan dan menghindarkan berbuat jahat/dosa.
o Golongan umat Islam yang senantiasa dapat beramal baik yang lebih banyak,
mereka itulah yang mendapatkan karunia besar dari Allah SWT.
5. Penjelasan
Qu’an surat Faatir terdiri
atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makiyah, diturunkan sesudah surat
Al Furqan. Kata Faatir berarti
“ pencipta “ ada hubungannya dengan perkataan “ Faatir “ yang terdapat
pada ayat pertama surat ini. Pada ayat tersebut bahwa Allah adalah Pencipta
langit dan bumi. Pencipta malaikat-malaikat, Pencipta semesta alam yang
semuanya itu adalah bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.
Maksud kelompok dholimun
linafsihi atau kelompok yang menganiaya diri itu adalah kelompok yang
mengaku beragama Islam tetapi lebih banyak melakukan perbuatan kejahatan dan
dosa dari pada kebaikannya. Kelompok ini adalah termasuk golongan yang merugi, nanti di akherat akan
ditempatkan di neraka dan akan memperoleh siksa karena perbuatan dosanya. Namun
setelah mereka disiksa sesuai dengan kesalahan dan dosanya, mereka akan
mendapatkan ampunan dari Allah karena keimanannya sehingga dikeluarkan dari api
neraka. Hal ini berdasarkan hadis Rosulullah yang artinya :” akan keluar
dari neraka siapa saja yang mengucapkan LAAILAAHA ILLALLAH, sedangkan dalam
hatinya (hanya) ada kebaikan sebesar debu” (H.R. Buchori – Muslim, dan Tirmidzi)
Maksud kelompok muqtashid yakni, kelompok yang ada dipertengahan adalah
kelompok umat Islam yang perbuatan baiknya sebanding dengan perbuatan jahatnya.
Kelompok ini akan ditempatkan di A’raf yaitu tempat antara surga dan neraka.
Kemudian beberapa waktu yang telah ditetapkan Allah golongan ini lalu
dimasukkan ke dalam surga.
Sedangkan kelompok saabiqun
bil khoirooti adalah kelompok umat Islam yang lebih dahulu berbuat
kebajikan, mereka gemar berbuat kebaikan, tidak mau berbuat kejahatan atau
dosa. Kelompok ini akan memperoleh
kebahagiaan di dunia dan akherat. Di akherat akan ditempatkan di surga Adn
dengan segala fasilitas-fasilitasnya, seperti yang diterangkan dalam Q.S. Al
Fathir ayat 33 yang artinya : “(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke
dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiyasan dengan gelang-gelang dari emas,
dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya dari sutera”














0 komentar:
Posting Komentar